Kanker serviks adalah musuh utama kaum perempuan. Karenanya berbagai upaya pencegahan terus dilakukan di antaranya melalui sebuah metode pencegahan baru yang dikenal dengan istilah standing pee (buang air kencing dengan berdiri). Benarkah kencing berdiri dapat mencegah kanker serviks? Baca artikel selengkapnya »
Di dunia kedokteran telah dikenal sekira 130 jenis virus HPV (Human Papilloma Virus) yang sebagian besar tidak berbahaya bagi tubuh manusia. Akan tetapi, berdasarkan penelitian yang terkini diperoleh suatu hasil bahwa HPV-16 dan HPV-18 dapat menyebabkan serangan kanker serviks. Hasil penelitian ini juga menyebutkan bahwa HPV-16 ditularkan melalui seks oral dan tidak hanya dapat menyebabkan kanker serviks tetapi juga kanker mulut. HPV-16 adalah monster yang lebih buruk dari pada HPV-18. Baca artikel selengkapnya »
Tinggal di daerah tropis yang panas membuat kita sering berkeringat. Keringat ini membuat tubuh kita lembab, terutama pada area organ seksual dan reproduksi yang tertutup dan berlipat. Akibatnya bakteri mudah berkembang biak yang mengakibatkan terganggunya eksosistem di organ seksual -vagina- sehingga menimbulkan bau tak sedap serta infeksi. Untuk itulah sangat dianjurkan bagi kaum hawa untuk menjaga keseimbangan ekosistem organ seksual dan reproduksi. Baca artikel selengkapnya »
Kencing nanah (gonorrhea) merupakan salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak sehat. Penyakit berbahaya ini disebarkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae, bakteri ini dapat hidup dan berkembang biak dengan mudah di daerah yang hangat, lembab pada saluran reproduksi, termasuk serviks (mulut rahim), uterus (rahim), dan tuba fallopi (saluran telur) pada wanita, dan di uretra (saluran urin) pada wanita dan laki-laki. Bakteri juga dapat hidup di rongga mulut, tenggorokan, mata, dan anus. Baca artikel selengkapnya »
Ketika dilahirkan normalnya seorang anak wanita telah mempunyai organ reproduksi yang lengkap, akan tetapi belum berfungsi sepenuhnya dengan sempurna. Organ reproduksi akan berfungsi sepenuhnya saat seorang wanita telah memasuki masa pubertas, dimana ditandai dengan perubahan-perubahan pada organ seks, seperti pembesaran payudara, pinggul dan keluar darah haid (menstruasi).
Baca artikel selengkapnya »