Ketika dilahirkan normalnya seorang anak wanita telah mempunyai organ reproduksi yang lengkap, akan tetapi belum berfungsi sepenuhnya dengan sempurna. Organ reproduksi akan berfungsi sepenuhnya saat seorang wanita telah memasuki masa pubertas, dimana ditandai dengan perubahan-perubahan pada organ seks, seperti pembesaran payudara, pinggul dan keluar darah haid (menstruasi).
Baca artikel selengkapnya »
Di dunia, setiap 2 menit, seorang wanita meninggal akibat kanker serviks, di Indonesia, setiap 1 jam (Ferlay J et al. Globocan 2002. IARC 2004). Sementara ketidaktahuan para wanita akan ancaman kanker serviks juga turut membantu banyaknya wanita yang meninggal akibat penyakit ini.
Menurut survei dengan melibatkan 5.423 wanita Asia yang dilakukan pada 9 negara, termasuk Indonesia, terbukti hanya 2 persen wanita yang mengetahui bahwa infeksi HPV (Human Papillomavirus) merupakan penyebab kanker serviks. Jadi pengetahuan perempuan mengenai penyebab kanker serviks masih sangat minim. Baca artikel selengkapnya »
Titik G (G-Spot) atau titik Gräfenberg adalah satu atau beberapa titik sensitif yang berada pada daerah organ reproduksi wanita yang terletak di belakang tulang kemaluan dan mengelilingi uretra. Huruf G pada G-spot diberikan dari nama seorang doktor ahli kebidanan Jerman penemu titik G-spot tersebut, Ernst Gräfenberg.
G-spot terletak di bagian ventral (dinding bagian atas) dari Miss V (vagina), di tengah-tengah jarak antara tulang kemaluan dan leher rahim. Ketika titik ini dirangsang, maka akan timbul sensasi seperti rasa buang air kecil, namun bila titik ini bekerja saat berhubungan seks maka akan menjadi rasa kenikmatan seksual (orgasme). Bagi sebagian wanita, titik ini bisa menjadi tempat pemberian stimulasi (rangsangan) utama untuk menuju tercapainya orgasme saat melakukan hubungan seksual, orgasme yang terjadi akibat pemberian stimulasi pada area G-spot lebih dikenal dengan orgasme klitoral. Baca artikel selengkapnya »
Banyak kalangan masayarakat yang masih beranggapan akan bahaya melakukan hubungan seks selama masa kehamilan. Diantara mereka berada pada keraguan, apakah hubungan seks yang dilakukan selama kehamilan tersebut benar-benar berbahaya terhadap kandungan dan janin ataukan tidak.
Sementara itu, di kalangan ibu/wanita sendiri masih banyak yang risau dan salah paham tentang seks semasa kehamilan, sebagian beranggapan seks yang dilakukan selama kehamilan bisa menyebabkan infeksi atau membahayakan kandungannya. Mungkin anda juga termasuk diantara ibu/wanita yang masih merisaukan hal ini. Benarkah hubungan seksual semasa kehamilan berbahaya bagi janin? Bolehkan melakukan hubungan seks selama kehamilan? Silakan anda simak artikel berikut.
Baca artikel selengkapnya »
Gejala kanker payudara dapat dilihat dari : benjolan, nyeri, perubahan warna kulit, pembengkakan, rasa panas/terbakar, perubahan bentuk/ukuran yang di luar kewajaran, puting melesak ke dalam, keluar cairan (selain air susu pada saat menyusui) dari puting, atau benjolan di ketiak.
Beberapa gejala/kelainan umum penyakit payudara akan dijelaskan berikut ini: