Remaja yang katanya sedang mencari jati diri tak bisa dipungkiri pasti tak jauh dari yang namanya “coba-coba”. Entah itu dosa atau tidak, yang penting mereka diterima dalam pergaulan. Begitulah kira-kira sekilas gambaran tentang para Remaja kita. Berikut ini beberapa dosa yang kerap dilakukan remaja. Berikut ini sedikit penjabaran dosa-dosa (kebiasaan buruk) kaum remaja yang menjadi penyebab krisi moral remaja masa kini. Baca artikel selengkapnya »
Tanya jawab pada artikel kali ini sengaja kami hadirkan untuk menanggapi beberapa pertanyaan pembaca yang masuk ke meja redaksi berkaitan dengan munculnya keraguan, akankah masih perawan atau tidak setelah mengetahui fakta bahwa ML (hubungan seks) pertama kali yang dilakukannya ternyata tidak menyebabkan keluarnya “darah perawan”. Baca artikel selengkapnya »
Fenomena seks pra-nikah (seks sebelum menikah) telah dilakukan sejumlah remaja di berbagai kota besar di Indonesia. Data terkini milik Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2010 menunjukkan, 51 persen remaja di Jabodetabek telah melakukan seks pra nikah. Baca artikel selengkapnya »
Cukup memprihatinkan kondisi kedua remaja yang masih cukup muda bahkan bisa dibilang masih bocah ini. Bagaimana tidak, disaat teman-teman sebayanya masih menikmati hidup bebas dari tanggung jawab, dua remaja ini sudah harus memikul beban tanggung jawab sebagai orang tua.
Alfie Patten tidak pernah mengira hubungan seks yang dilakukannya hanya sekali dengan kekasihnya, Chantelle Steadman, berbuntut panjang. Chantelle yang masih berusia 15 tahun pun hamil, sementara Alfie baru 13 tahun.
Bayi mereka lahir di Eastbourn, Inggris, Senin (9/2/2009) lalu. Saat Chantelle hamil sembilan bulan lalu, mereka menolak aborsi. “Saya pikir asyik juga punya bayi,” kata Alfie yang suaranya belum pecah itu. Saat ditanya bagaimana dia bakal menghidupi anak yang diberinya nama Maisie Roxanne itu, Alfie mengaku tidak tahu. “Saya tidak mendapat uang saku. Kadang-kadang saja Ayah memberi saya 10 poundsterling.”
Berjuta konten porno di internet memudahkan siapa saja yang ingin mengaksesnya, tak terkecuali para remaja di bawah umur. Konon, para remaja yang sering mengakses konten porno lebih cepat kehilangan keperawanan atau keperjakaannya daripada mereka yang tidak terekspos konten esek-esek tersebut.
Hal itu dikemukakan berdasarkan riset yang dilakukan CyberPyschology and Behaviour yang bermarkas di Skotlandia. Riset tersebut menyebutkan bahwa remaja pria berumur 12 dan 17 yang secara rutin membuka konten porno akan melakukan seks pada usia dini lantaran berkeinginan besar untuk meniru apa yang mereka lihat.