Selaput dara telah lama di jadikan sebagai tanda keperawanan wanita. Kepercayaan yang mengatakan bahwa karena selaput dara menghalangi bagian depan vagina, maka harus tetap berada di situ selama wanita tersebut tidak melakukan hubungan seks sangat di besar-besarkan, terutama dalam kebudayaan di mana keperawanan wanita sangat di hargai.
Namun, menjadi fakta ilmiah bahwa selaput dara dapat terpisah karena alasan-alasan yang tidak ada hubungannya dengan hubungan seksual. Selaput ini dapat terkoyak bila tubuh di regangkan secara berlebihan. Selaput dara yang tidak utuh bukan merupakan indikasi pasti pernah melakukan hubungan seksual. Berikut ini sedikit penjelasan mengenai selaput dara. Baca artikel selengkapnya »
Titik G (G-Spot) atau titik Gräfenberg adalah satu atau beberapa titik sensitif yang berada pada daerah organ reproduksi wanita yang terletak di belakang tulang kemaluan dan mengelilingi uretra. Huruf G pada G-spot diberikan dari nama seorang doktor ahli kebidanan Jerman penemu titik G-spot tersebut, Ernst Gräfenberg.
G-spot terletak di bagian ventral (dinding bagian atas) dari Miss V (vagina), di tengah-tengah jarak antara tulang kemaluan dan leher rahim. Ketika titik ini dirangsang, maka akan timbul sensasi seperti rasa buang air kecil, namun bila titik ini bekerja saat berhubungan seks maka akan menjadi rasa kenikmatan seksual (orgasme). Bagi sebagian wanita, titik ini bisa menjadi tempat pemberian stimulasi (rangsangan) utama untuk menuju tercapainya orgasme saat melakukan hubungan seksual, orgasme yang terjadi akibat pemberian stimulasi pada area G-spot lebih dikenal dengan orgasme klitoral. Baca artikel selengkapnya »